M4-Prosedur


PROSEDUR



Prosedur


  1. Persiapan Peralatan dan Komponen
    Semua komponen disiapkan sesuai dengan kebutuhan sistem. Komponen meliputi mikrokontroler STM32F103C8T6, sensor suhu LM35, flame sensor, sensor PIR HC-SR501, LCD 16x2, LED merah dan hijau, buzzer, resistor, switch, breadboard, adaptor 5V, serta kabel jumper sebagai penghubung antar komponen.

  2. Penyediaan Sumber Tegangan
    Adaptor 5V dihubungkan ke breadboard sebagai sumber daya utama. Jalur tegangan (VCC) dan ground (GND) kemudian didistribusikan ke seluruh rangkaian untuk mendukung kerja mikrokontroler, sensor, dan perangkat output.

  3. Perakitan Mikrokontroler
    Mikrokontroler STM32F103C8T6 dipasang pada rangkaian dan dihubungkan dengan sumber tegangan serta jalur input-output. Pin ADC digunakan untuk membaca sensor analog, sedangkan pin GPIO digunakan untuk membaca sensor digital dan mengontrol perangkat output.

  4. Perakitan Sensor Suhu LM35
    Sensor LM35 dihubungkan ke pin ADC pada mikrokontroler. Sensor ini digunakan untuk mendeteksi perubahan suhu lingkungan. Output berupa tegangan analog akan dikonversi menjadi data digital oleh ADC untuk dianalisis oleh sistem.

  5. Perakitan Flame Sensor
    Flame sensor dihubungkan ke pin input digital pada mikrokontroler. Sensor ini berfungsi untuk mendeteksi keberadaan api secara langsung dengan memberikan sinyal logika HIGH atau LOW sesuai kondisi yang terdeteksi.

  6. Perakitan Sensor PIR
    Sensor PIR HC-SR501 dipasang dan dihubungkan ke pin input digital mikrokontroler. Sensor ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan atau pergerakan manusia di area pemantauan.

  7. Integrasi Perangkat Output
    LED hijau dan LED merah dihubungkan ke pin output mikrokontroler sebagai indikator kondisi sistem. Buzzer dipasang sebagai alarm peringatan. LCD 16x2 dihubungkan untuk menampilkan informasi kondisi sistem secara real-time.

  8. Pemrograman Mikrokontroler
    Program ditulis dan diunggah ke mikrokontroler STM32 untuk mengolah data dari sensor. Logika program dirancang untuk menentukan kondisi aman, suhu tinggi, atau kebakaran berdasarkan data yang diterima dari sensor.

  9. Pengujian Sistem
    Sistem diuji dengan mensimulasikan kondisi lingkungan. Sensor suhu diuji dengan meningkatkan suhu, flame sensor diuji dengan sumber api, dan sensor PIR diuji dengan pergerakan manusia. Respons LED, buzzer, dan tampilan LCD diamati untuk memastikan sistem bekerja sesuai desain.

  10. Verifikasi dan Kalibrasi
    Dilakukan pemeriksaan ulang terhadap seluruh rangkaian dan program. Nilai ambang suhu serta sensitivitas sensor disesuaikan agar sistem dapat mendeteksi kondisi secara akurat dan memberikan peringatan yang tepat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2.2 Load-Line Analysis

Detektor non-inverting dengan Vref = 0

3.13 Computer Analysis